Direktur DPPM UIR Prof. Arbi Haza Nasution Sampaikan Orasi Ilmiah pada Sidang Istimewa Senat Milad ke-64 Universitas Islam Riau
📍 Universitas Islam Riau
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Islam Riau (UIR), Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT., menyampaikan orasi ilmiah dalam Sidang Istimewa Senat memperingati Milad ke-64 Universitas Islam Riau dengan tema “Universitas di Era AI: Menjaga Akal, Ilmu, dan Amanah”.
P
rof. Arbi Haza Nasution menegaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar eksperimen teknologi, melainkan telah menjadi realitas yang mengubah cara manusia membaca, meneliti, berpikir, dan mengambil keputusan. Dalam orasinya, ia mengajak sivitas akademika UIR untuk menghadapi transformasi digital dengan tetap menjaga nilai pendidikan, integritas ilmu, serta amanah akademik.
🤖 AI Mengubah Makna Belajar
Dalam orasinya, Prof. Arbi menjelaskan bahwa kehadiran AI menuntut universitas untuk mengubah paradigma pembelajaran. Pendidikan tidak lagi cukup hanya berorientasi pada kemampuan memperoleh informasi, tetapi harus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menciptakan gagasan baru, serta mempertanggungjawabkan hasil pemikiran secara ilmiah dan moral.
Evaluasi Pendidikan di Era Kecerdasan Artifisial
Prof. Arbi menyampaikan bahwa perubahan teknologi harus diikuti dengan perubahan metode evaluasi pembelajaran. Menurutnya, perguruan tinggi perlu memperkuat pendekatan seperti Case-Based Learning, Project-Based Learning, presentasi, diskusi, dan forum defense agar mahasiswa mampu menunjukkan pemahaman serta mempertanggungjawabkan gagasannya.
AI boleh mempercepat peradaban, tetapi ia tidak boleh merampas akal, ilmu, dan amanah dari universitas kita.
— Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT.
AI sebagai Penguat Riset dan Inovasi
Dalam bidang penelitian, Prof. Arbi menekankan bahwa AI bukanlah ancaman bagi peneliti, melainkan teknologi yang dapat memperkuat produktivitas riset. AI dapat membantu proses pencarian literatur, analisis data, penerjemahan, penyempurnaan tulisan, hingga memperluas komunikasi ilmiah ke tingkat internasional.
🔬 Integritas Penelitian di Era AI
Prof. Arbi mengingatkan bahwa semakin kuat kemampuan AI, semakin besar pula tanggung jawab manusia. Peneliti tetap harus melakukan verifikasi, mengungkapkan penggunaan AI secara transparan, serta bertanggung jawab penuh terhadap setiap karya ilmiah yang dihasilkan.
Identitas UIR dalam Menghadapi Masa Depan
Menurut Prof. Arbi, perjalanan UIR menuju universitas berkelas dunia harus tetap berpijak pada nilai iman dan takwa. Identitas keislaman UIR menjadi kekuatan strategis dalam menghadapi perkembangan teknologi melalui tiga prinsip utama, yaitu ilmu untuk mengembangkan pengetahuan, amanah untuk menjaga integritas akademik, dan maslahah untuk memastikan inovasi memberikan manfaat bagi masyarakat.
🏆 Pesan Milad ke-64 UIR
Melalui orasi ilmiah tersebut, Prof. Arbi mengajak seluruh sivitas akademika UIR untuk menyambut era kecerdasan artifisial dengan optimisme. Teknologi harus menjadi sarana mempercepat ilmu, sementara manusia tetap menjadi penentu nilai, arah, dan manfaat dari perkembangan tersebut.
Universitas Islam Riau





